• Sensitivity atau kepekaan adalah kemampuan untuk mengenali masukan atau stimulus. Apabila seseorang mudah tersinggung artinya masukan yang datang kepadanya dinilai negatif. Akan tetapi bukan berarti bahwa semua orang yang sensitif mudah tersinggung. Sensitif berhubungan dengan tata rasa dan bukan tata pikir.
• Orang yang memiliki perasaan halus – akan tidak mudah tersinggung karena dia melihat orang yang menyinggungnya dari sudut pandang kasihan. Hanya orang miskin yang marah dikatakan miskin dan hanya orang bodoh yang marah dikatakan bodoh. Jadi saat kita melihat orang yang berusaha menyinggungnya dia akan katakan dalam hati : kasihan dia.
• Orang kasarlah yang mudah tersinggung, berarti orang itu perlu untuk menghaluskan perasaannya. Bagi orang yang kasar melakukan tindakan yang tidak berkasih sayang maka dia harus kita sayangi, begitu juga dengan orang jahat adalah orang baik yang tersiksa , kalau disayangi akan jadi orang baik. Memang tidak mudah bersikap seperti ini, namun dari sinilah kita berproses menjadi pribadi yang lebih baik.
• Mengapa sensitifitas itu perlu ? Kita membutuhkan pemberitahuan, kita masih perlu terus belajar untuk menjadi betul. Kita sering terlalu baik sehingga menjadi salah. Orang yang sensitif akan mendapat pemberitahuan dari alam. Banyak orang yang malah lebih memperhatikan pada yang akan terjadi 50 tahun lagi atau yang sudah berlalu. Padahal yang penting – ini merupakan pentingnya sensitifitas yaitu peka terhadap apa yang akan menjadikan kita hebat hari ini.
• Orang yang diberkati Tuhan akan mampu mengelola berdasarkan sesuatu yang sehat dan itu berarti mampu menghindari hal-hal yang menimbulkan ketakutan. Untuk sesuatu yang bisa diselesaikan hari ini – selesaikan. Untuk sesuatu yang tidak bisa diubah atau berada diluar kemampuannya kita untuk melakukan , mengubahnya hanya dengan berserah kepada Tuhan karena khawatirpun tidak ada gunanya.
• Sensitivity is beautiful. Kepekaan adalah sesuatu yang indah dan kita dapat minta kepada Tuhan untuk diberikan kepekaan yang maksimal. Seperti semua alat, penggunaan adalah lebih penting daripada alat itu sendiri. Jangan sampai sensitivitas merugikan diri kita sendiri. Sensitifitas yang tajam akan mencegah penolakan orang.
• Cara mengembangkan sensitivitas ialah dengan menjadi pribadi yang lebih penyayang, dia senang melihat orang lain baik. Seringkali kita kompetitif kepada sesama dan ini tidak baik. Ada juga orang yang hatinya vendiktif / suka menghukum berarti dia sensitif kepada kesalahan orang dan inipun juga tidak baik.
• Kepekaan kepada hal-hal yang metafisik disebut paranormal sedangkan pada apa yang akan terjadi disebut intuisi. Dalam bisnis ada bisnis intuition. Semakin banyak pengalaman seseorang akan semakin sensitif seseorang.
• Kepekaan yang menimbulkan sakit hati – ini salah dan kita perlu hati-hati. Seharusnya kita menggunakan kepekaan untuk membangun dan ini menjadi kepekaan yang sehat yaitu bila kita menjadi lebih ramah kepada orang lain.
• Dengan sensitivity kita akan mempu mengenali kepalsuan. Orang yang palsu tidak mungkin bertahan dalam waktu yang lama karena kita akan dapat mengenali ketidak konsistenan / ketidak ajegan dalam sikap / tindakannya dan dari sini kita mampu melihat tidak tulusnya orang tersebut.
• Kepekaan dan ketulusan akan menghasilkan kasih sayang dan ini kita lakukan untuk keuntungan pelanggan kita dan juga untuk kebaikan hubungan dengan keluarga, para sahabat dan sesama kita.
Bambang Gautama
*edited by aguspy
Be Smart In Everything
Just Fun & Happy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar