Understanding and Enlightment. Pengertian dan Pencerahan.
Dari kedua judul diatas sebelum disampaikan uraian atau ringkasan perlu kiranya kita mengetahui perbedaan lebih jelas antara Understanding dan Enlightment.
Understanding atau pengertian adalah kejelasan dalam pikiran.
Sedangkan Enlightment atau pencerahan adalah kejelasan dalam hati.
Saya mencoba meringkaskan apa yang disampaikan mengenai kedua judul diatas sebagai berikut:
1.Pengertian itu adalah penerimaan logika dari apa yang seharusnya. Karena kalau kita telah menerima apa yang seharusnya maka kita mengerti.Kemudian kita disebut tercerahkan apabila ada penerimaan dihati kita. Dan hati kita disebut menerima kalau hati kita telah betul betul menerima apa yang seharusnya diterima. Kebingungan kita adalah karena kita menolak yang seharusnya ada di pikiran kita. Kegalauan kita / kesedihan kita karena kita tidak bisa menerima yang seharusnya dihati kita.
2.Untuk mengerti anda harus memperhatikan tentang keteraturan. Point ini sekaligus kita tandai sebagai Super Point Pertama. Kalau orang terus-menerus tidak menyukai kita, menolak kita, mengecilkan kita, itu artinya bukan mereka yang harus belajar memperbaiki akan tetapi kita yang harus memperbaiki. Kalau keteraturannya memuliakan kita, itu berarti bahwa yang kita lakukan sudah benar dan kita tinggal memperkuatnya.
3.Kalau secara teratur orang mendengarkan kita waktu kita berbicara dan setiap orang lain bicara kita juga mendengarkan mereka, itu berarti anda adalah pribadi yang didengarkan orang lain. Kalau yang terjadi sebaliknya maka itu adalah pemberitahuan kepada kita apakah kita sebagai kawan atau atasan mereka harus belajar menjadi pribadi yang pantas untuk didengarkan.
4.Kita tidak menjalankan sepenuhnya amanah ; diminta melakukan sesuatu tetapi tidak dilakukan, lalu orang lain protes tapi kita menolak karena menurut kita merekalah yang salah. Bagaimana kalau mulai 2009 ini kita mau membahagiakan orang lain.
5.Kita mengenal istilah ‘get the handle of it’. Handle = gagang/ pegangan.
Segala sesuatu dalam hidup ini menjadi lebih mudah bila anda pegang gagangnya.
Pada umumnya semua peralatan ada gagangnya seperti setrika, penggorengan, pisau dan sebagainya. Bisa dibayangkan apabila orang dalam hidup ini salah pegang – salah handle.
Jadi semua kesulitan, semua hal yang tidak pasti dan kompleks tetap ada handlenya.
6.Ada orang yang hanya bisa menghandle 1 orang saja, akan tetapi masih banyak orang untuk menghandle 1 orang saja sudah sulit apalagi menghandle 1000 orang ! Untuk berbicara dengan 1 orang saja sudah sulit, apalagi bila harus berbicara dengan 1000 orang, dengan 1 juta orang dan seterusnya. Kalau anda tahu handlenya anda pasti bisa.
7.Kalau ada sesuatu yang tidak ada handlenya atau tidak kelihatan handlenya itu tidak berarti dia tidak untuk diangkat atau tidak untuk dipegang karena mungkin kita belum lihat handlenya dan kita buatkan handlenya kalau belum ada. Ada orang yang sanggup memegang orang lain yang sehebat apapun seolah-olah kalau dia yang pegang jadi ada handlenya.
8.Pribadi yang tersenyum waktu berbicara dengan anda sudah pegang hati anda karena anda mudah setuju kepadanya. Orang yang berbicara membuat anda tertawa telah menghangatkan hati anda ! Kemudian orang yang setuju memuji pendapat anda sebelum dia menyampaikan pendapatnya untuk memperkuat pendapat anda telah menghandle hati anda dengan baik.
9.Tanda bahwa anda mengerti adalah melakukan sesuatu yang membesarkan anda. Point ini kita tandai sebagai Super Point Kedua. Ada orang melakukan sesuatu yang mengecilkannya yang mengakibatkan dia dikecilkan, berarti ada yang tidak dimengertinya, karena tidak ada orang yang mengerti yang akan melakukan yang tidak baik baginya. Contohnya : Kalau orang melakukan sesuatu yang merusak kesehatannya dan tetap dilakukannya maka orang itu tahu tapi tidak mengerti. Karena mengerti itu berarti menerima secara logis tentang yang seharusnya,dan menerima dihati tentang yang seharusnya. Tapi masih banyak orang melanggar yang seharusnya, sehingga hidupnya keluar dari yang sepantasnya.
10.Banyak hati yang tidak ramah, karena segala sesuatu dimarahi, kesalahan orang dimarahi, bahkan dia bicara salah yang tidak dimengerti isterinya, diapun memarahi isterinya. Orang orang seperti ini tidak mungkin mengerti karena mengerti itu membutuhkan hati yang ramah dan yang menerima.
Dalam kehidupan sehari-hari dirumah seharusnya suami menyayangi dan memuliakan isterinya – tapi hal itu tidak dilakukannya.
11.Ramah dan marah bedanya antara Surga dan neraka. Orang yang ramah terhadap kegagalan akan melakukan hal hal yang tidak akan dilakukan oleh orang orang yang takut gagal. Itu sebabnya kesempatan dia untuk berhasil lebih besar. Ketika kita mengalami kegagalan, sebagai manusia kita bisa marah kepada diri sendiri, marah kepada keadaan, marah kepada anak buah dan lain lain. Marah itu diberikan Tuhan untuk mentenagai ketegasan. Kalau tidak marah tidak tegas. Tidak tegas itu maksudnya tidak tegas terhadap diri sendiri.
12.Ketegasan yang diberikan dihati kita untuk memperbaiki diri bukan untuk memperbaiki orang lain. Setelah kita memperbaiki diri, baru kita pantas untuk menjadi pemerbaik kehidupan orang lain. Tapi pertama kali marahlah kalau itu yang anda butuhkan untuk menjadikan anda sebagai pribadi yang tegas untuk kebaikan. Sedihlah kalau itu menjadikan anda hebat dalam mengupayakan perbaikan, jangan marah yang menjadikan anda menyepelekan yang sudah anda miliki dan mengabaikan yang penting.
Be Smart In Everything
Just Fun & Happy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar