SIX DWARFING HABITS

MARIO TEGUH
SIX DWARFING HABITS
Enam Kebiasaan Yang Mengkerdilkan

Kebiasaan pengerdil yang pertama, adalah marah tanpa sebab.

Untuk merasa marah adalah hak setiap orang, tetapi merasa marah tanpa sebab; menjadikan dia seseorang yang mengkhawatirkan orang lain. Bagaimana mungkin dia memastikan kepatuhan dari lingkungannya, bila apa yang di sukainya dan apa yang membuatnya marah tidak jelas bagi orang lain ?
Kebiasaan pengerdil yang kedua, adalah berbicara tanpa maksud.

Dia membuat mereka yang mendengarkan bertanya-tanya tentang maksud dari pembicaraannya. Dia bisa saja mulai dengan satu hal, tetapi kemudian meneruskan dengan hal lain, dan menutupnya dengan suatu yang tidak ada hubungannya dengan pembukaan dan isi dari pembicaraannya. Tidak lama setelah itu, wajar bila orang akan berhenti mendengarkannya.
Kebiasaan pengerdil yang ketiga, adalah berubah tanpa kemajuan.

Berubah itu perlu, dan harus, tetapi pastikanlah bahwa perubahan itu menghasilkan kemajuan. Orang yang berubah-ubah dengan cepat, tanpa kemajuan hanya akan membuat orang-orang yang di pimpinnya letih dan kebingungan. Orang lain membutuhkan setidaknya ada sedikit kepastian dan stabilitas dari apa yang menjadi maksudnya. Dia pasti akan segera di tinggalkan orang.
Kebiasaan pengerdil yang keempat, adalah bertanya tanpa tujuan.

Menjawab pertanyaan seseorang yang bertanya tanpa tujuan adalah pekerjaan yang sia-sia. Karena jawaban yang terbaik pun, tidak akan bisa membantu orang yang tidak jelas baginya untuk apa jawaban bagi pertanyaannya. Segera setelah itu orang belajar untuk tidak mendengarkan pertanyaannya, dan yang lebih pasti tidak akan menjawab pertanyaannya.
Kebiasaan pengerdil yang kelima, adalah percaya kepada orang yang tidak dikenalnya.

Memang aneh, tetapi tidak sedikit orang yang menyepelekan nasehat dari kerabat dan orang-orang ahli. Dan ironisnya dia percaya kepada janji-janji besar dari orang-orang yang tidak dikenalnya. Dia akan segera menjadi orang miskin, dan yang telah menjauhkan bantuan dari keluarga dan kerabatnya.

Dan kebiasaan pengerdil yang keenam, adalah memperlakukan teman seperti musuh.

Entah apa yang menjadi ketakutannya dia merasa perlu untuk mempertahankan diri. Bila orang lain memberikan masukan yang bahkan penting baginya, dia bertahan seolah-olah orang lain berniat mencuri darinya. Bila orang lain diam dan sedang sibuk dengan urusan mereka sendiri, dia memulai pertengkaran-pertengkaran karena mereka tidak memperhatikannya.

Sahabat yang baik, hindarkanlah dari kebiasaan-kebiasaan pengerdilan diri itu. Anjurannya adalah dengan membalikkan semua kebiasaan itu, dan mengambil manfaat dengan menjadikan kebiasaan orang–orang besar sebagai tuntunan kita , semoga kita dapat mengambil pelajaran dan menjadikan kita menjadi pribadi yang besar.


Be Smart In Everything
Just Fun & Happy

The Year Of My True Identity

…….

MARIO TEGUH
The Year Of My True Identity
Tahun Identitas Asli Saya

…….

Sahabatku yang hatinya baik,

Bayangkanlah ini dengan kesungguhan untuk menjadikannya kenyataan yang memuliakanmu dan memuliakan sebanyak mungkin saudaramu.

Bila ada jiwa yang sedang terbingungkan oleh dirinya sendiri yang seperti tidak pernah berketetapan menjadi pribadi yang kuat, dan dia bertanya kepadamu tentang dirinya, nasehatkanlah ini kepadanya.

…….

Engkau datang kepada ku dengan pertanyaan

Siapakah aku?

Dalam diam ku,
aku tahu engkau bertanya-tanya melihat senyumku,
tetapi seharusnya engkau merasa damai bila engkau mengerti seberapa besarnya kasihku kepadamu.

Sadarkah engkau bahwa aku bukanlah diri yang hidup cukup lama di dalam dirimu itu,
untuk ku mengenal dan mengetahui tentang mu
yang memantaskan ku untuk menjawab pertanyaanmu itu?

Dengarkanlah ini dengan mendamaikan dirimu sendiri.

Aku tidak tahu engkau siapa,
tetapi ini yang bisa ku katakan kepadamu,
bahwa

Pertanyaanmu mengenai siapakah engkau
adalah ungkapan keletihanmu dengan pribadi yang belum membanggakan bagimu itu.


Adikku yang terkasih,

ketahuilah bahwa

Kita semua tumbuh dari ketiadaan,
menuju ke kemuliaan.

Kita tumbuh dari ketiadaan wujud, ketiadaan nama, dan dari ketiadaan kehadiran.

Maka marilah kita mulai dari wujud mu.

Identitas dasar dari dirimu ada dalam wujudmu.

Yang kau mengerti sebagai wujudmu itu sering kau sederhanakan hanya sebagai bentuk, ukuran, berat, dan warnanya saja;

tetapi sebenarnya,

dirimu lebih ada, lebih bernama, dan lebih hadir dari yang bisa kau mengerti.

Aku tak ingin membingungkanmu,
tetapi dengarlah pengandaian ini:

Seandainya engkau bisa melihat jiwa-jiwa suci yang ditugaskan untuk menjaga dan membimbingmu untuk menjadikanmu sebagaimana seharusnya engkau menjadi,
engkau tidak akan berlaku seperti yang tidak sedang disaksikan itu.

Yakinilah itu,
dan engkau akan berlaku dalam sebaik-baiknya kelakuan.

Dengannya,
engkau akan tumbuh, bergerak menuju diri mulia mu
yang selama ini tersuramkan oleh perilaku hati, perilaku pikiran, dan perilaku badanmu yang membuat jiwa-jiwa suci pendampingmu itu malu.

Tetapi,
untuk sekarang cukupkanlah kesadaran mengenai pendampingmu itu sebagai pengetahuanmu saja,
dan

Berlakulah dengan kesadaran bahwa engkau sedang dalam pengawasan.

Ya, engkau selalu dalam pengawasan.

Tetapi, mengapakah aku memberitahumu mengenai hal ini?

Bukankah engkau yang sering mengatakan kepadaku
bahwa Tuhan Maha Mengetahui?
bahwa Tuhan Maha Menyaksikan?
dan bahwa Tuhan mengetahui dan menyaksikan semua yang kita lakukan?

Tetapi,

mengapakah sering tanpa ragu engkau hadirkan dirimu dalam seburuk-buruknya perilaku dalam penyaksian Tuhan?

Apakah engkau akan melakukan banyak hal yang kau lakukan dalam penyaksian Tuhan itu,
di depan tetangga mu, yang bahkan tidak kau hormati itu?

Lalu,
apakah yang terjadi dengan rasa hormatmu kepada Tuhan?


Sahabatku yang baik,

Bila engkau menghormati Tuhan,
tidak mungkin engkau berlaku yang menjadikanmu tidak menghormati dirimu sendiri.

Maka wajar bila engkau bertanya kepadaku,

Siapakah aku?

karena engkau terbingungkan oleh diri yang melakukan yang diketahuinya tidak pantas baginya untuk melakukan.

Bila engkau sudah menerima ini,
kita bisa sekarang naik ke anak tangga pengertian berikutnya.

… anak tangga pengertian berikutnya …

Apakah engkau melihat keindahan dari selarik kata-kata itu?

… anak tangga pengertian …


Ya …

Kita naik dalam kehidupan ini,
dalam derajat yang bertingkat-tingkat,
dan
derajat-derajat itu kau capai
melalui tingkat-tingkat dari pengertianmu.

Semakin engkau mengerti, semakin engkau berderajat,
karena engkau tidak mungkin berlaku yang bertentangan dengan yang kau mengerti.

Maka ketahuilah ini,

Siapapun yang berlaku bertentangan dengan yang dimengertinya, adalah orang yang belum benar-benar mengerti.

Sekarang,
sudahkah engkau mengerti mengapa aku selalu tersenyum kepadamu?

Aku tersenyum,
karena aku melihat dirimu dari tempat yang memungkinkan ku melihat kenaikan derajatmu bila engkau percaya.

Aku tersenyum,
karena aku melihat kebaikan dalam dirimu yang sedang kau biarkan kalah di bawah kepentinganmu yang tidak penting.

Aku tersenyum,
karena aku melihat bagaimana engkau tersiksa karena kekesalan mu terhadap dirimu sendiri yang sering berlaku palsu.

Lebar senyumku,
karena mendengar mu berjanji tidak akan berlaku sombong, tetapi mengatakannya dengan kalimat-kalimat seseorang yang angkuh.

Lucu senyumku,
karena mendengar kesediaanmu untuk memaafkan orang lain dengan kesungguhan untuk memastikan bahwa mereka tahu hanya engkau yang benar.

Haru senyumku,
karena melihat upayamu untuk mendapatkan kasih sayang dengan cara-cara yang mengusir kasih sayang.

Dan semua kesabaran dalam senyumku itu ada,
karena aku sedang menanti saat dimana engkau berlaku tegas untuk menjadi pribadi yang baru.

Ya …,
aku mendengar keraguanmu itu …

Engkau dan aku tahu bahwa pribadi yang baru itu tidak pernah bebas untuk menjadi betul-betul baru, karena akan selalu ada sisa-sisa dari kenyamananmu dalam cara-cara yang lama itu yang mencoba memasuki ruang-ruang indah dari pembaruan dirimu.

Tetapi ini yang harus kau mengerti,
bahwa

Pribadi apapun yang mengupayakan perbaikan
adalah sudah baru.

Siapapun yang menginginkan dirinya menjadi baik, sudah menjadi orang baik.

Kebaruan mu bukan datang karena engkau telah meninggalkan semua diri lama mu.

Kebaruanmu dimulai dari niatmu untuk menjadi pribadi baru.

dan

Kesungguhanmu dinilai dari yang betul-betul engkau lakukan.

Adikku yang sahabat baik hatiku,

sekarang marilah kita kenali dirimu sebagai sebuah wujud.


WUJUD


Mulailah dengan melihat dirimu dari luar dirimu.

Engkau ada sebagai gambar dalam pandangan orang lain.
Mungkin mudah bagimu untuk mengerti itu,
tetapi mengapakah engkau tidak tertarik untuk merancang dirimu menjadi seindah-indahnya gambar?

Engkau ada sebagai suara dalam pendengaran orang lain,
tetapi mengapakah engkau tidak memerdukan suara dan mengindahkan kata-kata yang keluar dari wajahmu?

Engkau ada sebagai aroma dalam nafas orang lain,
tetapi mengapakah engkau tidak mengharumkan dirimu?

Engkau ada sebagai yang otot yang hidup dalam sentuhan orang lain,
tetapi mengapakah engkau tidak melembutkan ketegasan sentuhanmu?

Dan engkau ada sebagai kesan dalam keseluruhan indra orang lain,
tetapi mengapakah engkau tidak membangun tempat yang indah di hati mereka?

Maka,

Jika engkau membiasakan diri untuk melihat dirimu sendiri dari luar dirimu,
engkau akan memperbaiki pendapat buruk mu tentang dirimu sendiri,
dan mulai mengambil keuntungan dari apa yang diharapkan oleh orang lain dari mu.

Yakinilah ini, bahwa

Perubahan yang terbaik bagimu adalah perubahan yang mendatangkan kebaikan bagi orang lain.

Dan cara terbaik untuk berubah adalah membuktikan kemampuan untuk mendatangkan kebaikan bagi banyak orang, dengan memulai kebaikan itu kepada dirimu sendiri.

Berlaku baiklah kepada dirimu sendiri, karena bila tidak – engkau tidak akan menjadi baik bagi siapapun.


Kemudian, adik kebanggaanku,

Kita sampai pada kebutuhanmu untuk menjadikan wujud mu itu meninggalkan keadaannya yang tak bernama, dan menjadi keberadaan yang bernama baik.


NAMA

Sekarang,
mudah-mudahan yang kita bicarakan ini dapat mendekatkan kita kepada pengertian yang membantumu menjawab pertanyaanmu sendiri, mengenai

Siapakah aku?

Meskipun kedua orang tua terkasih mu telah mendoakan kebaikan bagimu dan memberimu nama jauh sebelum kemungkinan keberadaanmu di dunia ini, engkau hanya bernama bagi mereka, dan sebetulnya tak pernah bernama bagi orang lain – sampai mereka mengenalkanmu kepada orang lain.

Setelah engkau lari bersegera keluar dari bayang-bayang perlindungan orang tuamu, engkau masih sebetulnya tak bernama – sampai engkau mengenalkan dirimu sendiri kepada orang lain di luar keluargamu yang telah mengenalmu sejak kelahiranmu.

Maka marilah kita simpulkan,
bahwa

Engkau hanya dikenal sebaik engkau mengenalkan dirimu sendiri.

Perhatikanlah kata itu, … dirimu.

Jadi sebetulnya engkau tetap tidak akan bernama bagi orang lain, bila engkau tidak mengenalkan dirimu.

Tetapi, mengapakah ada di antara mu yang memperkenalkan dirinya dengan cara-cara yang bahkan dapat merusak nama-nama yang terbaik di dunia ini?

Pernahkah kau temui orang yang menggunakan alamat bagi penerimaan dan pengiriman surat bagi diri pribadinya, dengan nama-nama yang seolah-olah sengaja mengundang perlakuan tidak serius kepadanya, seperti:

Tetapi, janganlah dulu menganggap setiap orang dari mereka tidak bersungguh-sungguh.

Ada yang mengira itu cara terbaik memperlakukan dirinya.
Ada sebagian dari mereka yang telah lama meratap dalam kebingungan yang tulus.

Dan banyak dari mereka yang tidak tahu mengapa orang lain tidak menganggap mereka serius, dan tidak melihat mereka bahkan dengan sebelah mata.

Bantulah mereka mengerti bahwa

Kehidupan yang serius kebaikannya, sulit dicapai dengan nama yang tidak serius penghormatannya.

Maka, sahabatku yang indah hatinya,

Indahkanlah namamu.

Karena, perlakuanmu terhadap namamu adalah pengundang bagi penghormatan yang sebanding dari orang lain.

Maka bila namamu adalah Freddy Rachmad, maka akan lebih baik bagimu bila engkau menggunakan freddy.rachmad@king.com

Atau bila namamu adalah Ayudiah Ratri, maka akan lebih baik bagimu bila engkau menggunakan ayudiah.ratri@queen.com


Sahabatku yang baik,

Ini yang ada dibalik senyumku.

Kelebat gambar dan perasaan saat aku berjalan di jalan yang sedang kau lalui sekarang.

Aku mengenal banyak lubang yang mengukir permukaannya
dan duri yang menggapai dari kedua sisinya,
dan beberapa kali aku berlaku terlalu akrab dengan mereka,
dan merasakan ngilu pagutan dari gerigi di bibir lubang-lubang itu pada tulang kering di kedua kakiku,
dan hampir meleleh jantungku karena pedihnya sengatan duri-duri yang tersembunyi di balik kesenangan-kesenangan sementara.

Engkau tidak sendiri dalam penderitaan dan keterperdayaan mu, dan engkau bukan yang pertama, dan sedihnya – engkau juga bukan yang terakhir.

Akan selalu ada pribadi yang melalui jalan-jalan yang kita lalui itu dengan kepolosan yang menjadi sumber kenikmatan bagi lubang-lubang dan duri-duri itu.

Tetapi, seperti seharusnya engkau juga, aku menguatkan gigitan pada rahangku melalui semua itu.

Aku sangat ingin engkau mengetahui bahwa

Aku mengalami semua yang harus kualami agar aku menjadi pribadi yang matang dan kuat.

Dan adik kekasih hatiku, banyak dari yang dulu kualami itu sedang kau alami sekarang.

Dulu,
Aku percaya, dan lalu tertipu, karena yang kupercaya hanyalah yang paling sesuai bagi kesenangan sementara yang dekat.
Aku terbuai, dan kemudian diracun, karena yang kusahabati adalah yang hanya manis di bibir.
Aku juga membenci, dan kemudian harus menjilat kembali kebencianku, karena aku membenci asal yang bukan aku.
Aku bekerja dengan semangat yang sesuai dengan kecilnya pendapatanku, dan kemudian disiksa dan dipaksa untuk bekerja keras – tetap dengan imbalan yang kecil.

Dulu,
Aku lama marah, menyalahkan siapapun selain diriku.
Aku memarahi bahkan yang menyayangiku.
Aku mendekati sahabat-sahabat palsu yang hanya menyadap hatiku, tetapi mendorong jauh-jauh mereka yang hatinya terluka melihat penderitaanku.
Aku mencemooh orang-orang bijak.
Aku protes ke arah langit.

Aku sedang buta,
Dan aku tidak melihat kebutaan ku.

Padahal,

Tidak ada orang yang buta bila ia bersedia melihat kebutaannya sendiri.

Indah sekali ya?

Mampu melihat karena melihat kebutaan.
Menjadi buta saat menolak melihat kebutaan.

Ternyata, semua penderitaanku itu adalah penyiap bagiku.

Ternyata, semakin aku menderita, sebetulnya semakin baik bagiku.
Karena saat sampai waktuku untuk memilih untuk mengerti, aku mengerti banyak hal.

Pengertian.

Mudah-mudahan engkau ingat, saat kukatakan kepadamu, bahwa

Pengertian adalah sinar yang paling terang.

Pengertian adalah sinar yang menjadikan saudaraku yang tunanetra melihat lebih jelas daripada yang berpenglihatan tetapi yang menolak untuk mengerti.

Tanpa pengertian engkau akan tersesat bahkan di seterang-terangnya jalan sepanjang dan selama penolakanmu untuk mengerti. Dan jangan sampai itu kau biarkan terjadi sepanjang hidupmu.

Semua penderitaanku itu adalah penyiap bagiku, sebagaimana penderitaanmu adalah penyiap bagi kecemerlangan dirimu.

Maka tolaklah pengertian yang hanya sesuai dengan kesediaanmu untuk menyia-nyiakan hidupmu.


Adikku yang menempati ruang yang indah di hatiku,

Aku melihatmu mengangguk.

Sudah kau lihat sekarang bahwa senyumku itu karena kasih sayangku kepadamu?

Aku tersenyum,
karena aku melihat dirimu dari tempat yang memungkinkan ku melihat kenaikan derajatmu bila engkau percaya.

Bila ternyata masih ada di antara mereka yang tidak percaya, tersenyumlah dengan penuh kasih,
karena dia akan akhirnya menyetujuimu pada saat dia terlalu tua
untuk memenangkan kehidupan dengan sisa kekuatan dari kemudaan yang disia-siakannya.

Terimalah bahwa akan selalu ada orang yang mempermainkan penghormatan kepada namanya sendiri.

Bagi hati yang penyayang seperti hatimu, hal itu memang menyedihkan.
Tetapi, bukankah kita semua sedang menunggu.

Ada yang menunggu hasil baik dari pilihan-pilihan baiknya.

Ada yang menunggu pembuktian dari tidak-berguna-nya pilihan-pilihan buruknya.

Ada juga yang menunggu menggunakan cara baru, sampai setelah terlambat baginya untuk menggunakan cara apapun.


Adikku yang dititipkan oleh Ibuku kepadaku,

Dengarkanlah ini.

Aku tahu bahwa

Masa lalu mu masih berperan dalam pemilihan isi bagi nama dan penghormatanmu kepada dirimu.

Tetapi penghormatan orang lain yang buruk, tidak akan berdampak lama
bila penghormatanmu kepada dirimu membuatmu menerima
bahwa masa lalu mu adalah penghantar bagi kecemerlangan masa depan mu.

Semakin buruk masa lalu mu,
akan semakin besar perbedaan yang dapat kau bangun dari pribadi lama mu ke pribadi baru mu.
Dan dengannya,
semakin besar nilai penghormatan yang terpantaskan bagimu.

Maka tetapkanlah ini di hati mu,

Meratapi masa lalu mu, tidak akan memperbaiki apapun yang sudah terjadi; tetapi pasti melapukkan hidupmu yang sekarang.

Mengkhawatirkan masa depan mu, tidak akan menjamin terhapusnya semua masalahmu nanti, tetapi pasti menyadap kekuatanmu hari ini.

Maka,

Janganlah kau gunakan nama yang menunjukkan kepada dunia bahwa engkau adalah pribadi yang terluka dan yang masih terus melukai dirinya sendiri sampai nanti.

Pastikanlah bahwa

Namamu seharusnya adalah cerminan dari yang ingin kau capai di masa kejayaanmu nanti.

Adikku, sahabatku yang tegar hatinya,

Sekarang aku tersenyum, karena kini kurasakan getaran hatimu yang lebih ramah terhadap anjuran untuk menjadikan dirimu sebagai wujud yang bernama baik.

Gunakanlah keperkasaan jiwamu untuk mengangkat derajatmu pada ketinggian yang menunggangi awan, dan setialah kepada kerendahan hatimu untuk tetap membumikan dirimu dekat bersama jiwa-jiwa saudaramu yang membutuhkan bantuan.

Karena, tahapan berikutnya dari identitas mu adalah kehadiran mu dalam kehidupan yang indah ini.


KEHADIRAN

Sahabat tujuan kebaikanku,

Hentikanlah pengejaran mu atas kecantikan dan keindahan yang tidak terlihat dari balik dinding,
dan utamakanlah pengembangan dirimu untuk menjadi pribadi yang kebaikannya terlihat saat engkau tidak hadir, dan yang tetap ada saat kehadiran jasadmu di dunia ini selesai.

Ketahuilah bahwa kecantikanmu hanya ada saat terlihat, tetapi kebaikanmu akan selalu ada bahkan bagi orang yang tidak mengenalmu dan tidak mengetahui bahwa itu adalah kebaikanmu.

Lalu,

Mengapakah engkau demikian gelisah dan tergesa-gesa mengejar keindahan dan kelengkapan yang hanya ada bila terlihat, dengan mengorbankan keindahan dari kehidupan yang sesungguhnya?

Untung saja, engkau belum dibuat berhasil dalam pengejaran palsu itu, agar engkau tak mengira bahwa yang sia-sia adalah jalan yang benar.

Dan bila engkau sedang dilambatkan dalam pengejaranmu dan sedang dirabunkan dalam pencarianmu, mungkin itu karena engkau sangat disayangi dan sedang ditunggu pengertianmu untuk mendahulukan yang lebih baik.

Berbunga hatiku saat aku melihatmu mengangguk khusuk dan haru, saat aku simpulkan untukmu, bahwa

Upaya adalah pengubah nasib,

sehingga upayamu adalah pengubah nasibmu.

Lalu engkau bertanya-tanya dan memintaku menjelaskan,
mengapakah bila upaya adalah pengubah nasib, Tuhan belum memperbaiki nasibmu melalui semua upaya penuh penderitaan yang sekarang sedang kau tapaki?

Wahai hati yang bertanya,

Ketahuilah ini dan jadikanlah penuntun bagi pilihan upayamu, bahwa

Upaya adalah pembaik nasib, hanya bila upaya itu baik.

Sehingga jangan engkau sebut pekerjaanmu itu upaya yang akan memperbaiki nasibmu, bila dalam mengerjakannya engkau berlaku tidak adil kepada yang membayarmu, tidak tulus kepada pelangganmu, dan tidak jujur kepada keluargamu.

Engkau memang tetap bisa hadir tanpa harus menjadi keuntungan bagi orang lain, tetapi bila kehadiranmu tidak menyebabkan perbedaan yang berarti, untuk apakah engkau hadir?

Maka mulai hari ini tetapkanlah dirimu untuk hadir sebagai keuntungan bagi orang lain.

Janganlah engkau tiru perilaku dari mereka yang lebih disyukuri ketidak-hadirannya, karena mereka berperan sebagai pelambat hasil atau perugi bagi orang lain.

Semakin besar perbedaan yang bisa kau sebabkan karena kehadiranmu, akan semakin bernilai engkau bagi orang lain.

Dan bila engkau memimpikan untuk menjadi bintang di antara bintang, pasti



http://www.mtsuperclub.com/

Be Smart In Everything
Just Fun & Happy

WHO AM I?

If you think Mona Lisa is stunning,
You should look at my masterpiece.
In the mirror.
~GOD

Seorang perempuan berbakat. Lulusan terbaik dengan double degree: bisnis dan antropologi. Siap dengan pakaian terbaik hadiah ibunya seorang perawat. Duduk dengan optimis, menghadapi sebuah wawancara di perusahaan keuangan terkemuka.

Sang pewawancara memulai: “Program pengembangan analis keuangan kami sangat kompetitif. Ada lebih 8000 pelamar untuk 10 posisi. Jadi bagaimana kalau kita mulai dengan kata-kata Anda sendiri, siapa Annie Braddock?�

Perempuan bernama Annie Braddock itu memulai jawabannya: “Wow, itu pastinya pertanyaan yang mudah!�

“Mm-hm…� telisik si pewawancara.

“Aa.. Annie Braddock adalah… semacam… ya… aku… mmm…� mulai bingung.

“Teruskan!�

“Begini… mm.. hm,� semakin bimbang dan blank, “Aku tidak tahu… Permisi!� Annie keluar ruangan dengan cepat. Pewawancara tampak merobek surat yang sedari tadi dipegangnya, tanpa ekspresi, seperti mengalami kejadian yang biasa.

Sepanjang jalan Annie membatin, “Siapa aku? Bukan suatu pertanyaan mengada-ada. Bukan sebuah tricky question. Tapi kenapa aku tidak bisa menjawabnya? Tentu saja aku tahu semua faktanya: tanggal lahir, alamat tinggal, keadaan ekonomi. Tapi aku sungguh tidak tahu siapa aku. Ketika di sana tadi, aku ini siapa? Tiba-tiba saja aku tidak menemukan jawaban.�

Lalu Annie mulai membandingkan diri menjadi orang lain. Orang yang lewat. Yang berlalu lalang, yang secara sekilas tampak menarik. Sampai kemudian sang alam memilihkan secara random sebuah pekerjaan untuknya. Pengasuh anak.

Kisah tadi adalah scene kedua dari film layar lebar the Nanny Diaries, yang dibintangi aktris Scarlett Johansson. Namun bukan hanya dalam fiksi. Ketika saya menjadi rekruiter untuk posisi trainer dari sebuah lembaga internasional, saya mewawancarai seseorang dengan dua gelar magister, psikologi dan manajemen. Pertanyaan pembuka saya tidak mampu dijawabnya. Di menit kelima setelah diberi kesempatan menjangkar caranya menenangkan diri, bahkan sang calon menyatakan mengundurkan diri untuk tidak meneruskan wawancara. Tidak lebih pertanyaan saya hampir sama, “Bolehkan kami mendengar sedikit tentang Anda?�

Ya. Kalimat singkat, tidak lebih dari dua buah kata. Siapa kita? Lalu antrian panjang memenuhi barisan orang-orang yang tak mampu menjawabnya. Sebagian lagi menjawab namun dengan meragukan sendiri kebenarannya. Mengapa? Salah satunya, hemat saya, adalah karena takdir manusia itu sendiri, yakni sebagai makhluk yang senantiasa berubah. Kompleks bukan, bagaimana kita mengurung sesuatu yang namanya manusia, yang selalu goyah, selalu sedang menjadi, selalu beranjak, selalu mengikuti yang lain atau akan merasa tertinggal, menjadi sesuatu dengan atribut yang tetap dan meyakinkan?

Robert Dilts, seorang pengamat perilaku, yang berbagai pemikirannya menjadi andalan pola mengeefektifkan keunggulan pribadi neuro linguistic programming (NLP), pernah memberikan pengertian perubahan sebagai keadaan yang dikehendaki dengan rangkaian rumus berikut:

Desired States = Present States + Resources

Maka menghadapkan rumus tersebut dengan pertanyaan ‘Siapa Anda?’, hemat saya dapat menghasilkan tips demi menjawab bahwa: saya adalah siapa akan jadinya saya, yang diperkukuh dengan keadaan saya saat ini plus berbagai khasanah yang saya miliki. Klop, lengkap. Bilamana saya sekedar imajinasi siapa akan jadinya saya, maka sudah pasti takkan dipercaya, karena kandungan spekulasinya berkadar tinggi. Anda-masa-depan tentu memerlukan bibit Anda-masa-kini dan bermacam penguasaan referensi yang selaras. Bilamana jawabannya hanya keadaan saya saat ini dengan pengalaman-pengalam annya, tanpa menjelaskan sendiri akan kemana maunya, maka tidak lain hanyalah sebentuk kebosanan atau frustasi, yang nantinya menjebak kita dalam nasib yang bersifat acak. Seperti Annie kemudian harus menerima diri menjadi the Nanny.Â

Dalam eseinya Becoming Your Possibilities, Mario Teguh membersihkan kabut pada mata rabun kita tentang jalinan sebab akibat dari ikhtiar yang sedang kita kembangkan dengan kualitas masa depan kita, bahwa:

Seorang yang menjual, menjadi penjual. Seorang yang melukis, menjadi pelukis. Dan, seseorang yang mengupayakan agar orang lain mencapai kualitas hidup yang lebih baik, akan… menjadi pemimpin.

Pilihlah dengan cermat apa yang Anda lakukan, karena itulah jadinya Anda nanti. Lakukanlah sesuatu yang bernilai, hanya karena itulah Anda akan menjadi seorang yang bernilai.

Maka menghubungkan kembali dengan persoalan peliknya menjawab pertanyaan ‘Siapa aku?’, karena memang tidak jelas ‘Sedang melakukan apa sih aku?�. Yang tengah berjalan saja remang-remang maknanya, apalagi mendefinisi tentang jadinya kita di masa datang. Kalau tidak tahu ke mana hendak menuju, Anda akan sampai di entah, bukan? Dengan silogisme Pak Mario Teguh, maka: seorang yang sedang melakukan entah apa, pasti menjadi entah siapa…

Maka perintahnya kemudian untuk selalu siap mengetahui jarak jelajah dan ketetapan pada sejatinya tujuan kehidupan, bertuluslah dengan langkah dan pengertian-pengerti an yang didapatnya. Ada penghiburan di penghujungnya sebagaimana kisah berakhir bahagia ini:

Bila engkau tulus dalam pencarian mu,
dan tidak menghalangi sinar-sinar yang menerangi pengertian mu,
engkau akan segera menyadari
bahwa sebenarnya engkau sedang dalam perjalanan
untuk menemukan diri mu sendiri.

Ada pribadi mulia di dalam diri mu itu.
(Mario Teguh, Year End Note 2008)

30 tahun sudah usiaku....

Tepat hari Selasa tanggal 29 Juli 2008 genap sudah usiaku berumur 30 tahun ,yang berarti jatah hidup di dunia ini makin berkurang.

Aku hanya ingin menjalani sisa hidup ini dengan penuh suka cita, tenang, serba kecukupan guna memaksimalkan kenikmatan hidup.

Happy Birthday AKU,
Semoga panjang umur dan sehat senantiasa selalu...
Sejahtera sentosa tak kurang satu apapun....
Tuhan melindungiku....
AMIN....

Be Smart In Everything
Just Fun & Happy

Keagungan Tuhan Semesta Alam

Bumi , di mana tempat kita tinggal dengan segala isinya dan usianya yang semakin tua...
Dalam gambar ini bumi kita masih terlihat diantara jajaran 9 planet yang berotasi mengelilingi matahari...
Pada skala ini bumi kita hanya terlihat seperti sebuah titik.Planet pluto hampir tidak terlihat...
Pada skala ini planet Jupiter hanya terlihat sebesar 1 piksel, sedangkan bumi kita sudah tidak terlihat...
Dalam skala ini planet Jupiter sudah tidak terlihat, dan Matahari hanya terlihat sebesar 1 piksel...Disini Matahari hanya sebesar debu!
Antares adalah bintang ke-15 yang paling terang di angkasa. Jaraknya lebih dari 1000 tahun cahaya dari bumi.
Lalu...
Siapakah kita???Apakah tujuan hidup kita???Apa yang membuat hidup kita, manusia, berharga???Masihkah kita bisa menepuk dada & berkata ''INILAH AKU..."???

7 Deadly Sins

PELAYANAN ADALAH…

Bisnis hospitality adalah pelayanan.
Hotel membutuhkan orang-orang yang YAKIN dengan apa yang mereka kerjakan.
Orang yang memahami apakah pelayanan itu akan berhasil dan menikmati apa yang mereka kerjakan. Inilah yang kita sebut Keinginan.
Ketujuh Dosa besar adalah persaingan nyata disetiap properti hospitality dan merupakan musuh yang sangat menjijikkan – bukan untuk hotel hotel kelas pinggiran.
Yang harus kita tawarkan kepada tamu adalah minat dan antusiasme.

7 DOSA BESAR DALAM PENJUALAN DAN PELAYANAN :

1. Tidak peka, acuh tak acuh, malas dan tidak sopan.
2. Bersikap merendahkan orang lain - membedakan ras, membedakan jenis kelamin, kasar terhadap tamu / pelanggan.
3. Selalu menghindar dari masalah – tidak punya waktu, tidak bisa diganggu, tidak penting.
4. Tidak cepat tanggap, tidak ramah , merasa dirinya paling tinggi.
5. Bersikap seperti robot – itu bukan pekerjaan saya, melakukan kerja dengan rutinitas.
6. Tidak fleksibel – kami tidak bisa melakukannya, itu bukan kebijakan kami, kami tidak diijinkan, kami tidak menerima.
7. Tidak bertanggung jawab – seseorang bisa melakukannya, ini adalah masalah mereka, kamu harus bicara dengan departmen lain.

INTROSPEKSI DIRI , BAGAIMANA DENGAN ANDA…..????

Infocus

Be Smart In Everything
Just Fun & Happy

Selamat Datang Di Weblog Smart Aguspy

Bismillah Hirrahman Nirrahiim...
Selamat datang di weblog baru , semoga bisa berkenan.
semoga isi / materi dalam blog ini bisa bermanfaat untuk kita semuanya...
Amin.

Terima kasih.
Salam terbaik.